Blog

BTS Mengungkapkan Pendapatan Besar Mereka dan Cara Mereka Membagi Keuntungan di Antara Para Anggota

BTS tidak lagi sekadar grup idola K-pop terkemuka, mereka telah berkembang menjadi sebuah merek global—ikon pop abadi ke-21. Dari panggung-panggung kecil di Korea Selatan hingga tur dunia yang selalu terjual habis, perjalanan BTS merupakan bukti nyata dari ketekunan, bakat, serta dorongan tanpa henti untuk terus maju. Kesuksesan yang luar biasa ini juga telah merubah para anggotanya dari trainee yang dahulu kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup menjadi miliarder di usia 30-an.

Menurut laporan terbaru dari seoul, Korea Selatan, perkiraan kekayaan bersih masing-masing anggota BTS pada tahun 2025 terbilang sangat mengesankan. Di antara mereka, Taehyung diyakini sebagai anggota terkaya dengan estimasi kekayaan sekitar 40 juta dolar AS (sekitar Rp 679.309.889.728), sementara anggota lainnya diperkirakan memiliki kekayaan antara 30-35 juta dolar AS (sekitar Rp 509.482.416.296 – Rp 594.396.153.512), yang diperoleh melalui aktivitas grup, proyek solo, kerja sama endorsement, serta berbagai usaha bisnis pribadi.

Meski demikian, BTS tidak pernah secara langsung mengungkapkan secara rinci pendapatan mereka kepada publik. Menariknya, dalam percakapan terbaru antara Yoongi, Namjoon, dan Epik High di acara EPIKASE, para anggota Epik High mengangkat topik tersebut dan secara tidak sengaja mengungkap sebagian kisah di balik pendapatan “besar” para superstar K-pop ini.

Secara khusus, Tablo mengenang, “Pas Yoongi pertama kali gabung sama agensinya sebagai trainee, itu terjadi di masa-masa sulit ‘Tajinyo’ yang aku alami.” Yoongi menambahkan, “Waktu itu, hyung bilang ke aku, ‘Kumpulin duit banyak-banyak.'” Tablo menjelaskan bahwa pada masa itu ia merasa hidupnya telah berakhir dan menyadari bahwa pada masa itu ia merasa hidupnya telah berakhir dan menyadari bahwa industri ini dapat runtuh dalam sekejap, sehingga ia ingin memberikan nasihat kepada para juniornya yang baru memulai. Ia kemudian menambahkan dengan nada bercanda, “Dia (Yoongi) beneran nabung banyak setelah nasihat itu,” dan Yoongi menimpali, “Aku emang pandai nabung.” Tablo pun bernostalgia, “Gimanapun juga, kamu tuh masih polos banget pas masa trainee dulu.”

Namjoon mengatakan rasa penasarannya mengenai bagaimana Epik High memutuskan untuk membagi pendapatan secara merata (1/N). Ketika ditanya apakah BTS melakukan hal yang sama, Namjoon menarik perhatian dengan mengonfirmasi, “Kami juga membaginya 1/N.”

Tablo kemudian berseloroh, “Aku juga ingin melakukannya. Salah satu daftar keinginanku adalah membagi 1/N bersama BTS. Pas kalian lagi tur, aku bakal jadi BTS dan Namjoon boleh jadi Tablo. Itu merupakan kerugian besar buat BTS, tapi keuntungan bagi kami.” DJ Tukutz menambahkan, “Kalo Namjoon gabung, aku nggak bakal ngebagi 1/N,” yang kemudian dijawab Namjoon, “Aku bahkan nggak perlu ngambil duitnya.” Dengan terkejut, Tukutz bertanya, “Apakah kalian benar-benar ngasilin sebanyak itu?” sementara Mithra Jin mengungkapkan rasa iri terhadap kenyamanan finansial tersebut.

Namun, hal yang lebih mengesankan bagi banyak orang dibandingkan dengan pengungkapan pendapatan besar BTS adalah gaya hidup sederhana para anggotanya. Ketika Tukutz bertanya apakah mereka memesan tangsuyuk dan Jajangmyeon secara terpisah, Yoongi menjawab, “Aku pesan tang-jjangmyeon (porsi separo-separo). Karena aku banyak ngalamin kesulitan pas masih muda, seleraku nggak berubah. Aku juga nggak terlalu tertarik untuk jajan.”

Tablo juga membagikan anekdot yang berkesan untuk menyoroti kesederhanaan para superstar miliarder ini: “Pas kami makan bareng, aku pengen ngajak anggota BTS ke tempat-tempat yang bagus, tapi mereka justru datang dengan sandal untuk makan tumis ampela ayam,” kenangnya.

Setelah pengungkapan tersebut, para penggemar menyatakan kekaguman mereka terhadap cara BTS beroperasi—terutama keputusan mereka untuk membagi keuntungan secara merata di antara semua anggota. Banyak yang memuji pendekatan finansial ini sebagai cerminan keadilan dan transparansi dalam grup. Di saat yang bersamaan, hal ini juga dianggap sebagai salah satu faktor utama yang membantu BTS mempertahankan ikatan yang kuat selama lebih dari satu dekade.

Lebih dari itu, gaya hidup sederhana, kerendahan hati, serta pola pikir “tidak pernah melupakan asal-usul mereka” terus membuat BTS mendapatkan rasa hormat yang mendalam dari para penggemar. Meskipun telah mencapai puncak ketenaran dan memiliki kekayaan yang sangat besar, mereka tidak terjerat oleh materialisme maupun terpengaruh oleh kemewahan dan gaya hidup yang berlebihan.

Para penggemar juga mengingat reaksi tulus BTS yang benar-benar terkejut saat melihat hadiah uang tunai di RUN BTS!, kekaguman mereka terhadap menu makanan yang mahal, kebiasaan hidup hemat dalam hal-hal sehari-hari, hingga semangat bersaing mereka untuk memenangkan makanan dalam berbagai tantangan—semuanya menunjukkan bahwa jati diri mereka tidak pernah berubah seiring dengan berjalannya waktu.

Tata Citra

More active on: ☉ Threads : @jinhit.news ☉ TikTok : @jinhitnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *