Dugaan Pencurian oleh Penggemar di BTS Pop-Up Store Picu Kecaman dan Menarik Perhatian Luas dari ARMY

BTS baru saja menyelesaikan konser kedua mereka di Lima, Peru. Kini, hanya tersisa satu konser terakhir pada 10 Oktober (waktu setempat) sebelum mereka melanjutkan tur dengan tiga konser di Santiago, Cile, yang dimulai pada 14 Oktober (waktu setempat). Meski konser pertama masih hampir seminggu lagi, antusiasme menyambut BTS sudah terasa di seluruh Cile. Berbagai acara dukungan dari penggemar pun sedang dipersiapkan, mulai dari pemasangan spanduk, iklan di layar LED besar di stasiun metro dekat Stadion Nasional, hingga truk LED untuk menyambut kedatangan mereka.
Sementara itu, “BTS POP-UP: ARIRANG IN SANTIAGO” yang diselenggarakan oleh HYBE telah dibuka pada 2 Oktober di Mall Cenco Costanera. Tempat ini dirancang agar para penggemar bisa menikmati berbagai pajangan yang berkaitan dengan konsep ARIRANG, termasuk album, photocard, dan dekorasi khusus. Pengunjung juga bisa membeli berbagai merchandise resmi, seperti ARMY Bomb, pakaian, dan aksesori.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, muncul sebuah kontroversi yang membuat banyak anggota komunitas ARMY di Cile merasa sangat malu.
Secara khusus, pernyataan resmi dari sejumlah fanbase BTS di Cile yang mengecam dugaan pencurian dan perilaku tidak sopan di pop-up store tersebut mulai beredar di media sosial.
“Kami merasa sangat malu dengan situasi yang sedang terjadi di BTS Pop-Up di negara kami. Cile mencatat jumlah insiden dan percobaan pencurian tertinggi di BTS Pop-Up di Amerika Latin. Ini adalah kenyataan yang sama sekali tidak bisa kami terima dan sangat menyedikan karena mencerminkan kondisi komunitas kami,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.

Fanbase ARMY di Cile menegaskan bahwa tempat tersebut dibuat agar semua penggemar bisa menikmati pengalaman yag sama bersama-sama. Namun, beberapa orang dilporkan mengambil barang-barang yang bukan milik mereka sehingga menunjukkan sikap tidak menghargai pihak penyelenggara maupun pengunjung lainnya.
Mereka mengimbau komunitas agar tidak menganggap perilaku seperti itu sebagai sesuatu yang wajar. Mereka juga mengingatkan bahwa kecintaan terhadap BTS harus selalu disertai dengan rasa hormat, kejujuran, dan tanggung jawab.
Banyak penggemar setempat juga mulai membagikan informasi yang mendukung laporan mengenai pencurian ARMY Bomb dan merchandise lainnya. Hal ini diduga menjadi alasan mengapa staf toko meminta pengunjung untuk tidak membawa tas ke dalam area toko pop-up.
Bahkan, seorang penggemar membagikan foto yang menunjukkan bahwa photoard yang dipajang di area pameran diambil oleh pengunjung, padahal benda-benda tersebut disediakan aar semua orang bisa melihat, mengagumi, dan menikmatinya bersama-sama.
Penggemar lainnya melaporkan bahwa seseorang pernah mencoba mengambil salah satu barang yang dipajang di area pameran hingga akhirnya ditegur oleh petugas keamanan. Poster J-Hope juga dilaporkan menjadi salah satu barang yang hilang.

Mengingat ada banyak jenis merchandise yang dijual di pop-up store tersebut yang memiliki harga yang cukup mahal—misalnya, sumpit sushi yang dilaporkan berharga sekitar 50.000 CLP (sekitar Rp 915.557) dan satu set pakaian yang harganya mencapai 276.000 CLP (sekitar Rp 5.053.876)—penggemar setempat semakin khawatir insiden serupa akan kembali terjadi.
Mereka juga takut jika semakin banyak barang yang hilang, pihak penyelenggara terpaksa harus menyingkirkan bukan hanya photocard, tetapi juga album dan benda-benda lain yang dipajang. Akibatnya, pengalaman yang seharusnya bisa dinikmati oleh semua pengunjung justru menjadi berkurang.
Lebih dari itu, para penggemar di Cile menekankan bahwa tindakan dari beberapa orang tersebut bisa merusak reputasi komunitas ARMY menjelang kedatangan BTS untuk menggelarkonser di negara mereka. Bagi mereka, menjaga toko pop-up bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap kerja keras pihak penyelenggara, tetapi juga merupakan cara untuk menunjukkan rasa cinta dan hormat mereka kepada idola mereka.
Insiden ini menarik perhatian komunitas penggemar internasional dan memicu berbagai diskusi serta reaksi di media sosial, dan komentar-komentar yang bermunculan antara lain seperti:
» Dasar binatang liar… BTS bahkan belum tiba di negara mereka, tetapi mereka sudah bertingkah tidak beradab seperti ini.
» Kalian tidak berhak mengambil sesuatu yang bukan milik kalian! Berhentilah merusak pengalaman ini untuk semua orang!
» Mencuri merchandise dan barang-barang yang dipajang itu TIDAK BISA DIBENARKAN! Hanya karena suatu barang dipajang, bukan berarti kalian boleh membawanya pulang! Tolong hargai orang lain!
» Rasa malu yang membuatku merasa seperti ini terhadap bagian benua ini benar-benar sudah ada di luar batas. Setidaknya, tolong biarkan Argentina dan Brasil menjadi pengecualian.
» Tujuan awalnya adalah agar kita semua bisa menikmati pop-up dan menjaga supaya semua orang bisa mendapatkan pengalaman yang utuh. Tolong jaga area pameran dan hargai ruang yang digunakan bersama.
» Hatiku sedih melihat ARMY Cile yang baik dan tahu gimana caranya menghargai orang lain tapi malah harus menghadapi situasi yang seperti ini.
» Masalahnya sudah mulai bermunculan, padahal para member bahkan belum tiba di Cile.
» Ini benar-benar menjijikkan! Bagaimana kalian bisa menyebut diri sendiri ARMY, tetapi masih tidak bisa menghormati BTS dan orang-orang yang sudah bekerja keras untuk mewujudkan pengalaman ini?
» Cuma gara-gara beberapa orang yang egois, semua orang lainnya mungkin kehilaangan kesempatan untuk menikmati pameran dengan baik. Ini benar-benar membuatku frustrasi.
» Bagaimana bisa para petugas keamanan membiarkan situasi menjadi separah ini? Bukankah tempat itu seharusnya dijaga? Bukankah seharusnya ada petugas keamanan di lokasi? Ya, aku mengerti bahwa jumla petugas mungkin tidak sebanding dengan banyaknya orang yang mebuat onar. Meski begitu, aku berharap insiden ini diselidiki secara menyeluruh dan orang-orang yang bertanggung jawab bisa segera ditangkap.