BlogNews BTS

Perusahaan Argentina Menjelaskan Alasan Panggung Konser BTS di Kawasan Amerika Selatan Berbeda dari Lokasi Tur Lainnya di Tengah Kontroversi yang Terjadi

Tata panggung BTS selama rangkaian tur dunia ARIRANG di Amerika Selatan menjadi perbincangan setelah para penggemar menyadari bahwa sistem layar LED yang digunakan di kawasan tersebut sangat berbeda dari yang digunakan di lokasi konser sebelumnya. Di tengah kritik mengenai harga tiket dan pengalaman menonton konser secara keseluruhan, sebuah perusahaan Argentina menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut dengan mempertimbangkan struktur stadion dan biaya operasional.

Selama konser di Korea Selatan, Amerika Serikat, Meksiko, dan Eropa, BTS menggunakan panggung 360 derajat dengan sistem layar LED yang terdiri dari 12 panel. Sistem tersebut mencakup empat layar yang membentuk kubus di bagian tengah, serta layar tambahan di sisi panggung (pantallas laterales). Pengaturan ini memungkinkan penonton melihat penampilan para member dari berbagai sudut. Namun, ketika tur berlanjut ke Amerika Selatan, konfigurasi panggungnya diubah. Hanya empat layar utama di bagian tengah yang dipertahankan, sedangkan layar tambahan di sisi panggung dihilangkan.

Perubahan ini juga memicu keluhan mengenai harga tiket. Sejumlah penggemar di Amerika Latin, terutama di Argentina dan Brasil, mengaku merasa “tertipu” karena harga tiket yang harus mereka bayar terbilang mahal jika dibandingkan dengan daya beli masyarakat setempat. Namun, mereka justru mendapatkan versi panggung yang lebih sederhana tanpa layar tambahan di sisi panggung.

Di Argentina, paket VIP Soundcheck dilaporkan dibanderol sekitar 1.560.000 peso. Banyak penggemar menyebutnya sebagai salah satu paket VIP termahal dalam tur ini. Mereka mengungkapkan kekecewaan melalui komentar seperti, “Mereka mematok harga tiket yang termasuk paling mahal sepanjang tur, tetapi malah menghilangkan layar di sisi panggung.”

Di Brasil, banyak keluhan juga muncul di Reclame Aqui dari orang-orang yang membeli paket VIP atau Camarote karena mengharapkan konfigurasi panggung lengkap dengan sekitar 12 panel layar. Namun, setelah mengetahui bahwa lokasi konser hanya menggunakan empat layar utama di bagian tengah tanpa layar tambahan di sisi panggung, mereka merasa kecewa. Terlebih lagi, perubahan tersebut tidak diberitahukan sebelumnya.

Meskipun Live Nation telah mengonfirmasi bahwa konfigurasi tersebut merupakan standar yang berlaku untuk seluruh rangkaian tur di Amerika Selatan, para penonton di kawasan itu yang duduk di bagian tribun jauh atau memiliki pandangan terbatas tetap meluapkan kemarahan mereka. Mereka menuduh BTS dan HYBE memperlakukan penggemar Amerika Selatan secara berbeda dibandingkan penggemar di kawasan lain. Bahkan, beberapa orang membanjiri kolom komentar Instagram Jungkook dengan keluhan panjang. Ada pula yang melontarkan komentar kasar hingga menyuruh Jungkook dan BTS meninggalkan kawasan tersebut.

Di tengah kontroversi ini, sebuah perusahaan Argentina secara langsung menjelaskan alasan jumlah layar dikurangi untuk konser di Argentina dan seluruh rangkaian tur di Amerika Selatan. Perusahaan tersebut juga membagikan gambar teknis dan diagram untuk memperjelas alasan di balik keputusan tersebut.

Terkait sudut pandang penonton dan struktur stadion, tempat konser di Amerika Serikat dan Eropa umumnya memiliki empat hingga lima tingkat tribun. Karena itu, pemasangan layar tambahan di sisi panggung dengan posisi lebih tinggi menjadi pilihan yang cukup masuk akal.

Sebaliknya, banyak stadion di Amerika Selatan hanya memiliki satu atau dua tingkat tribun. Jika layar tambahan dipasang pada ketinggian yang sama, posisinya bisa terlalu tinggi sehingga sudut pandang penonton menjadi kurang ideal dan layar sulit terlihat dengan jelas.

Selain itu, beberapa stadion tidak memiliki balok penyangga, sistem pendukung, atau struktur yang cukup kuat untuk menggantung layar LED tambahan yang beratnya mencapai beberapa ton. Akibatnya, pemasangan layar di sisi panggung bisa menjadi tidak efektif atau bahkan tidak memungkinkan secara teknis.

Dari segi logistik, mengangkut sistem layar tambahan yang berukuran besar melintasi beberapa negara akan membutuhkan biaya ekstra yang tidak sedikit. Biaya tersebut mencakup penggunaan truk khusus, pesawat kargo, serta tenaga kerja yang bertanggung jawab atas pemasangan dan pembongkaran peralatan.

Mengangkut seluruh peralatan tersebut hanya untuk digunakan di satu atau dua kota yang memiliki stadion dengan struktur memadai untuk menopang beban tambahan tentu bukan pilihan yang praktis. Proses tambahan ini juga akan memperpanjang waktu persiapan antarkonser secara signifikan, sehingga menambah tekanan pada jadwal tur yang sudah diatur dengan sangat ketat.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, tim produksi akhirnya memutuskan untuk menggunakan konfigurasi panggung yang sama di seluruh kawasan, alih-alih menerapkan pengaturan berbeda untuk setiap stadion. Kubus layar di bagian tengah, jalur panggung yang menghubungkan berbagai bagian panggung (pasarelas), serta elemen-elemen utama lainnya tetap dipertahankan. Sementara itu, penyesuaian dilakukan agar panggung dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing stadion.

Pendekatan ini bertujuan menyederhanakan urusan logistik, menekan biaya transportasi, dan memastikan konfigurasi panggung tetap sesuai dengan kondisi tempat konser di seluruh rangkaian tur Amerika Selatan.

Banyak ARMY memahami bahwa penggemar di Amerika Selatan berhak merasa kecewa. Namun, mereka berpendapat bahwa kekecewaan tersebut seharusnya tidak berubah menjadi kebencian terhadap BTS maupun HYBE, apalagi sampai menjadikan konser sebagai ajang “protes”.

Mereka menekankan pentingnya memahami bahwa persoalan ini berkaitan dengan kondisi ekonomi kawasan tersebut, kebijakan mata uang, serta investasi dalam penyelenggaraan acara musik secara langsung. Masalah ini bukanlah bukti bahwa BTS “membenci LATAM” atau Amerika Latin.

Seorang penggemar kembali membagikan penjelasan perusahaan Argentina mengenai struktur panggung tersebut, lalu menyimpulkan:

“Aku membagikan ini lagi karena beberapa dari kalian jelas masih belum paham. Stadion-stadion di Amerika Latin tidak mampu menopang berat layar tambahan tersebut. Biaya transportasinya juga akan jauh lebih tinggi, yang berarti harga tiket di Kolombia, Peru, Cile, Argentina, dan Brasil bisa menjadi lebih mahal lagi dari yang sudah kalian bayar sekarang. BTS tidak mendiskriminasi negara mana pun. Kalau kalian merasa begitu, pergilah mencari bantuan terapi.”

Penggemar lainnya menyampaikan pendapat serupa. Mereka berharap semua pihak bisa mengakhiri kontroversi yang tidak perlu ini dan kembali berfokus menikmati konser.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *