[STORY] Latar Belakang Member BTS Sebelum Akhirnya Resmi Masuk ke Lineup Debut

Sebelum dikenal sebagai tujuh orang yang tergabung di BTS, perjalanan seorang idol biasanya dimulai jauh dari panggung besar dan sorotan kamera. Mereka tumbuh dengan lingkungan, keluarga, dan pengalaman yang perlahan membentuk kepribadian serta impian mereka. Ada yang sejak kecil sudah suka menyanyi dan menari, ada juga yang awalnya sama sekali tidak membayangkan dirinya akan menjadi seorang idol.
Begitu ketertarikan pada musik mulai tumbuh, perjalanan mereka pun perlahan mengarah ke dunia entertinment. Mengikuti audisi, bergabung dengan agesni, menjalani masa trainee, sampai harus beradaptasi dengan latihan yang sangat keras telah menjaadi bagian dari proses panjang tersebut. Di titik inilah mereka mulai belajar bahwa menjadi idol bukan cuma soal punya bakat, tetapi juga tentng kerja keras, mental yang kuat, dan kemauan untuk terus berkembang.
Menariknya, perjalanan individu para member BTS yang akhirnya membawa mereka ke satu titik yang sama. Dari latar belakang dan kehidupan yang sangat berbeda, mereka kemudian bertemu di Big Hit Entertainmentdan perlahan membentuk sebuah tim. Perjalanan panjang sebelum debut inilah yang akhirnya menjadi fondasi BTS—tujuh orang dengan cerita masing-masing yang kemudian tumbuh bersama hingga menjadi salah satu grup terbesar di dunia.
Lalu, gimana sih cerita mereka sebelum akhirnya bisa diterima di lineup debut resmi Big Hit? Yuk kita simak bareng-bareng!
——————————————————————————————————————————————————
1. RM — Anak yang Awalnya Jatuh Cinta pada Bahasa dan Hip-Hop

Kim Namjoon sebelum menjadi RM
Jauh sebelum dikena sebagai RM, leader BTS, Kim Namjoon hanyalah seorang anak yang tumbuh di Seoul dengan rasa penasaran yag besar terhadap dunia di sekitarnya. Sejak kecil, Namjoon sudah menunjukkan ketertarikannya pada bahasa, mnulis, dan sastra. Ia bukan tipe anak yang hanya tertarik pada satu hal. Kata-kata, tulisan, dan bagaimana seseorang bisa menyampaikan pikirannya lewat bahasa sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak usia muda.
Ketika masih kecil, Namjoon sudah mulai menulis puisi. Namun, sekitar usia 11 tahun, hidupnya mulai menemukan warna baru ketika ia mengneal hip-hop. Dari awalnya hanya mendengarkan musik, ketertarikannya perlahan berkebang menjadi rasa penasaran terhadap rap dan penulisan lirik. Ia mulai memperhatikan bagaimana seorang rapper menggunakan kata-kata untuk bercerita, menyampaikan emosi, bahkan mengungkapkan pemikirannya. Salah satu rapper yang menjadi awal baginya adalah Eminem.
Semakin besar, Namjoon semakin serius dengan dunia hip-hop. Saat masih SMP, ia tidak lagi hanya menjadi pendengar. Ia mulai mencoba membuat musik dan menuli liriknya sendiri. Dari sinilah Namjoon mulai mengenal dunia hip-hop underground Korea dan menggunakan nama Runch Randa.
Nama itu mungkin terdengar jauh dari RM yang kita kenal sekarang. Tapi kalau melihat perjalanan Namjoon dari awal, Runch Randa sebenarnya adalah salah satu bagian penting dari cerita tersebut.
Sebelum ada BTS, ada seorang anak bernaama Kim Namjoon yang lebih dulu menemukan dirinya lewat kata-kata an hip-hop.
Kim Namjoon → Runch Randa → rapper underground → RM.
Perjalanan itumasih panjang, dan saat itu tentu saja belum ada yang tahu bahwa anak muda tersebut nantinya akan menjadi leaderdari salah satu grup terbesar di dunia.
Tahun 2009: Kegagalan yang Justru Membuka Jalan
Pada 2009, Namjoon mencoba mengikuti audisi di Big Deal Records. Ia berhasil melewati tahap pertama, tetapi perjalanannya berhenti di tahap berikutnya setelah ia lupa lirik.
Sekilas, kegagalan itu mungkin terlihat seperti akhir dari sebuah kesempatan. Tapi justru dari kegagalan tersebut, jalan Namjoon menuju BigHit Entertainment mulai terbuka.
Rapper Sleepy yang saat itu mengetahui kemampuan Namjoon melihat ada sesuatu yang menarik dari rapper muda tersebut. Ia kemudian menyimpan kontak Namjoon. Beberapa waktu setelahnya, Sleepy memperkenalkannya kepada Pdogg, seorang produser yag bekerja dengan BigHit. Dari Pdogg, nama Namjoon akhirnya sampai ke Bang Sihyuk.
Pada 2010, ketika usianya masih sekitar 16 tahun, Namjoon akhirnya direkrut oleh Bang Sihyuk untuk bergabung dengan BigHit Entertainment.
Tanpa disadari, keputusan itu menjadi salah satu titik balik terbaik dalam hidupnya.
Karena dari sinilah, cerita tentang Kim Namjoon perlahan mulai berubah menjadi cerita tentang BTS.
RM adalah Titik Awal BTS
Namjoon bukan hanya salah satu trainee pertama yang nantinya masuk ke BTS. Ia adalah member pertama yang direkrut untuk proyek tersebut.
Ppada awalnya, proyek yang dibayangkan Bang Sihyuk dan Pdogg sebenarnya cukup berbeda dari BTS yang kita kenal sekarang. Mereka ingin membangun sebuah grup yang berangkat dari dunia hip-hop, bukan boy group idol dengan kombinasi rapper, vokalis, dancer, dan konsep yang begitu luas seperti BTS nantinya.
Di tengah proyek tersebut, Namjoon mennjadi salah satu pusatnya.
Ia kemudian berlatih bersama beberapa orang lain yang nantinya juga akan menjadi bagian dari BTS, termasuk Min Yoongi yang kemudian dikenal sebagai SUGA dan Jung Hoseok yang dikenal sebagai J-Hope. Di masa trainee, Namjoon juga sudah mulai mengerjakan musik, menulis lirik, dan melakukan rekaman yang berkaitan dengan proyek awal grup tersebut.
Namun, semakin lama prosesnya berjalan, semakin jelas bahw grup ini akan mengalami perubahan besar.
Konsep yang awalnya berangkat dari underground hip-hop crew perlahan berkembang menjadi hip-hop idol group, sebelum akhirnya berubah lagi menjadi boy group dengan rapper, vokalis, dancer, dan identitas musik yang jauh lebih luas.
Perubahan itu tentu bukan sesuatu yang sederhana. Namjoon sendiri pernah menceritkan bahwa dirinya harus beradaptai karena gambaran awal tentang grup yang ia masuki ternyata tidak sepenuhnya sama dengan BTS yang akhirnya terbentuk.
Tapi di tengah semua perubahan itu, ada satu hal yang tetap bertahan.
Namjoon.
Ia tetap menjadi bagian penting dari proyek tersebut sejak awal, bahkan ketika arah grup mulai berubah. Dan ketika BTS akhirnya terbentuk, Namjoon dipercaya untuk menjadi pemimpinnya.
Nama Runch Randa perlahan ditinggalkan. Kim Namjoon mulai dikenal sebagai Rap Monster, yang kemudian berkembang menjadi RM.
Dari seorang anak yang suka menulis puisi, seorang remaja yang menemukan hip-hop, rapper underground bernama Runch Randa, hingga trainee pertama dalam proyek BigHit—semuanya akhirnya mengarah pada satu titik:
RM, leader BTS.
2. Suga — Rapper Underground dari Daegu yang Awalny Nggak Bermimpi untuk Jadi Idol

Kalau RM datang dari skena hip-hop underground Seoul, perjalanan Min Yoongi justru dimulai dari Daegu. Keduanya memang sama-sama tumbuh dari dunia hip-hop, tapi Yoongi punya jalan yang sedikit berbeda sebelum akhirnya menjadi SUGA seperti yang dikenal sekarang.
Sejak masih muda, Yoongi sudah tertarik banget dengan musik. Dia mulai belajar membuat musik, menulis lirik, dan serius mengembangkan kemampuannya sebagai rapper. Saat masih remaja, ia bahkan sudah aktif di skena hip-hop underground Daegu dengan nama Gloss/Min Gloss. Di masa itu, musik bukan sekadar hobi buat Yoongi. Ia benar-benar menganggap dirinya sebagai seorang rapper dan produser yang ingin membuat musik dengan caranya sendiri.
Karena itu, ketika kesempatan untuk bergabung dengan BigHit datang, Yoongi sebenarnya belum punya bayangan untuk menjadi idol. Dalam pikirannya, ia ingin membuat musik dan menjadi rapper. Kehidupan sebagai idol—mulai dari latihan koreografi, tampil di depan kamera, menjalani masa trainee, sampai berhadapan dengan fans—bukan sesuatu yang sejak awal ia impikan.
Audisi BigHit: Jalan yang Membawa Yoongi ke BTS
Pada 2010, BigHit Entertainment mengadakan audisi “Hit It” untuk mencari rapper. Yoongi ikut mencoba peruntungannya dalam audisi tersebut. Kemampuan rap dan musik yang sudah ia bangun sejak masih di Daegu akhirnya membuatnya menonjol. Ia berhasil menjadi salah satu peserta terbaik dan kemudian bergabung dengan BigHit sebagai trainee. Catatan sejarah audisi mencatat bahwa Yoongi bergabung pada 7 November 2010.
Menariknya, keputusan itu sebenarnya membawa Yoongi ke sebuah jalan yang mungkin tidak pernah ia bayangkan sebelum.
Ia masuk BigHit bukan karena sejak kecil bercita-cita menjadi idol. Ia datang karena satu hal yang memang sudah ia kejar sejak remaja: musik. Namun, tanpa ia sadari, langkah tersebut nantinya akan membawanya bertemu dengan orang-orang yang akan mengubah hidupnya dan membenetuk salah satu grup terbesar dalam sejarah K-pop.
Ketika Yoongi bertemu Namjoon
Di BigHit, Yoongi kemudian bertemu dengan Kim Namjoon, yang saat itu juga dikenal sebagai rapper underground Runch Randa.
Menariknya, meskipun berasal dari kota yang berbeda, keduanya punya latar belakang yang cukup mirip. Namjoon datang dari skena underground Seoul, sementara Yoongi datang dari skena underground Daegu. Mereka sama-sama punya kkecintaan yang besar terhadap hip-hop, sama-sama menulis rap, dan sama-sama tertarik pada proses membuat musik.
Pertemuan mereka kemudian menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan awal BTS.
Tak lama kemudian, Jung Hoseok—yang nantinya dikenal sebagai J-Hope—juga bergabung. Dari sinilah mulai terbentuk inti awal proyek yang kelak berkembang menjadi BTS: RM, Suga, dan J-Hope.
Pada tahap ini, mereka belum terlihat seperti grup idol dengan tujuh member yang kita kenal sekarang. Bahkan, konsepnya pun masih jauh berbeda. Mereka lebih mirip sebuah tim hip-hop yang sedang dibangun, dengan RM, Suga, dan J-Hope sebagai bagian penting dari fondasinya.
Dan dari tiga orang dengan latar belakang hip-hop inilah,perlahan-lahan, perjalanan menuju lahirnya BTS mulai terbentuk.
3. J-Hope — Anak yang Sejak Awal Sudah Hidup di Dunia Tari

Kalau RM dan SUGA sejak awal lebih dekat dengan dunia rap dan hip-hop, perjalanan Jung Hoseok justru dimulai dari tempat yang berbeda: dunia tari.
Hoseok lahir dan besar di Gwangju. Sejak masih muda, ia sudah menunjukkan ketertarikan yang besar pada dunia tari. Bukan sekadar suka menari, Hoseok benar-benar menekuni bidang ini dan menghabiskan bertahun-tahun untuk belajar serta mengasah kemampuannya. Ia kemudian aktif di komunitas street dance dan bergabung dengan dance crew Neuron, yang membuat namanya mulai dikenal di lingkungan dance underground.
Di masa itu, Hoseok bukan cuma datang ke tempat latihan lalu menari bersama teman-temannya. Ia juga menunjukkan kemampuannya di atas panggung. Bahkan, sebelum dikenal sebagai salah satu member BTS, ia sudah pernah meraih penghargaan dalam kompetisi tari tingkat nasional.
Salah satu bagian penting dalam perjalanan Hoseok adalah ketika ia seakin serius mendalami popping dan street dance. Dunia tersebut menjadi bagian besar dari kehiduannya sebelum ia mengenal BTS. Dalam berbagai cerita dari masa awal BTS, Hoseok juga dikenal sebagai trainee yang punya pengalaman cukup kuat di dunia dance underground dan membawa pengalaman itu bersamanya ketika masuk ke BigHit Entertainment.
Kemampuanmenarinya bahkan ikut terasa selama masa trainee. RM pernah meceritakan bagaiana mereka sering berlatih sampai larut malam. Di tengah masa-masa latihan yang melelahkan itu, Hoseok kerap membantu member lain dengan mengajarkan gerakan-gerakan dasar, termasuk popping.
Jadi, jauh sebelum orang mengenalnya sebagai J-Hope, ia sudah punya identitas yang cukup kuat sebagai seorang dancer.
Dari Dancer, Lalu Belajar Menjadi Rapper
Menariknya, Hoseok sebenarnya tidak masuk BigHit karena dikenal sebagai rapper. Kekuatannya sejak awal adalah tari.
Namun, setelah menjadi trainee, perannya perlahan berkembang. Ia mulai belajar dan mengasah kemampuan lain, termasuk bernyanyi dan rap. Pelan-pelan, Hoseok tidak lagi hanya menjadi dancer di dalam tim, tetapi mulai menemukan tempatnya sebagai seorang performer yang punya kemampuan lengkap.
Perkembangan inilah yang kemudian membuat posisi Hoseok di dalam BTS semakin penting. Kalau RM menjadi salah satu pusat rap dan Suga dikenal sebagai rapper sekaligus produser, Hoseok membawa kekuatan yang berbeda: dance, performance, dan rap.
Pada akhirnya, kombinasi ketiganya ikut membentuk warna awal BTS. Grup yang tadinya berangkat dari proyek hip-hop dan rap perlahan berkembang menjadi sebuah grup yang punya karakter lebih luas—menggabungkan rap, vokal, koreografi, dan performa panggung.
Dan di tengah perubahan itu, J-Hope menemukan perannya sendiri.
Ia bukan sekadar rapper yang belajar menari, melainkaan seorang dancer yang kemudian berkembang menjadi rapper dan performer. Pengalaman bertahun-tahun di dunia street dance menjadi salah satu fondasi yang kemudian membentuk sosok J-Hope seperti yang dikenal penggemar BTS sekarang.
4. Jin — Mahasiswa Seni Peran yang Sama Sekali Tidak Mengejar Karier Sebagai Penyanyi

Kalau RM, SUGA, dan J-Hope datang dari dunia hip-hop dengan perjalanan yang cukup panjang, cerita Kim Seokjin justru jauh berbeda.
Sebelum dikenal sebagai Jin dari BTS, Seokjin sama sekali tidak punya latar belakang sebagai rapper underground. Dia juga bukan dancer yang sejak remaja sudah sibuk berlatih untuk menjadi idol. Bahkan, menjadi idol bukanlah sesuatu yang sejak kecil ia kejar.
Saat itu, Jin justru lebih tertarik pada dunia akting.
Ia diterima di Univeritas Konkuk dan mengambil jurusan yang bekaitan dengan seni peran. Fokusnya ketika itu adalah dunia film dan akting, bukan musik atau panggung idol. Kalau mengikuti rencana hidupnya saat itu, kemungkinan besar Jin akan lebih dekat dengan dunia perfilman daripada industri K-pop.
Tapi kemudian, sebuah kejadian yang sebenarnya cukup sederhana justru mengubah arah hidupnya.
Semua Bermula dari Street Casting
Suatu hari, ketika Jin sedang dalam perjalanan menuju kampus, penampilannya menari perhatian seorang casting agent dari BigHit Entertainment.
Jin kemudian ditawari untuk mengikuti audisi.
Menariknya, ia direkrut bukan karena punya pengalaman sebagai rapper atau dancer, melainkan karena potensi visual dan penampilannya, sementara latar belakangnya sendiri memang berasal dari dunia akting. Rolling Stone juga pernah mencatat bahwa Jin ditemukan oleh scout BigHit ketika ia masih memiliki latar belakang sebagai mahasiswa akting.
Dan ada satu cerita yang cukup lucu dari perjalanan tersebut.
Sebelum BigHit datang, Jin sebenarnya pernah mendapatkan tawaran casting dari perusahaan lain (SM Entertainment). Namun, ia justru tidak mengambil kesempatan itu karena mengira tawaran tersebut adalah scam.
Jadi, bukannya langsung mengejar kesempatan menjadi artis, Jin malah sempat mengabaikan tawaran casting karena merasa curiga.
Pada akhirnya, BigHit berhasilmembuatnya masuk ke dalam perusahaan. Dan sejak saat itulah, kehidupan Jin mulai bergerak ke arah yang sama sekali tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Jin Harus Mempelajari Semuanya Dari Nol
Masuk ke BigHit bukan berarti Jin sudah siap menjadi idol.
Justru sebaliknya.
Kalau melihat tiga orang yang lebih dulu berada dalam proyek grup tersebut—RM, Suga, dan J-Hope—Jin datang dengan latar belakang yang sangat berbeda.
RM dan Suga sudah memiliki pengalaman sebagai rapper underground. Sementara J-Hope punya dasar yang kuat dalam dance dan performance. Sementara Jin? Ia adalah mahasiswa seni peran yang sebelumnya lebih akrab dengan dunia akting.
Artiny, ketika mauk ke proyek pada awalnya sangat kental dengan nuansa hip-hop, Jin harus mempelajari banyak hal dari dasar.
Ia harus belajar menjadi idol, beradaptasi dengan latihan, mempelajari dance, mengembangkan kemampuan vokal, sekaligus memahami bagaiman caranya tampil sebagai bagian dari sebuah grup.
Namun justru perbedaan itulah yang kemudian membuat Jin menjadi penting.
Ia membawa sesuatu yang belum dimiliki oleh tiga rapper tersebut: visual yang kuat, kemampuan vokal, pengalaman di bidang akting, dan karakter yang berbeda.
Jin bukan datang untuk menjadi versi lain dari RM, Suga, atau J-Hope. Ia justru menjadi bagian yang melengkapi mereka.
Dan perlahan, seiring bertambahnya anggota, proyek yang awalnya sangat berorientasi pada hip-hop itu mulai berubah. Identitas grupnya semakin terbentuk, dan arah musiknya pun berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas.
Dari sinilah perjalanan Jin sebagai salah satu anggota BTS benar-benar dimulai—bukan dari mimpi masa kecil untuk menjadi idol, melainkan dari sebuah kesempatan yang datang secara tiak sengaja ketika ia sedang menjalani kehidupannya sebagai mahasiswa seni peran.
5. Jungkook — Anak 13 Tahun yang Dilirik Banyak Agensi

Setelah perjalanan para member lainnya, ada satu anak dari Busan yang kemudian menjadi member termuda BTS: Jeon Jungkook.
Jungkook lahir di Busan pada 1 September 1997. Saat masih berusia 13 tahun, ia sebenarnya belum punya bayangan bahwa dirinya suatu hari akan menjadi salah satu idol paling terkenal di dunia. Saat itu, Jungkook hanyalah seorang remaja yang mencoba mengejar ketertarikannya pada musik.
Salah satu langkah awalnya adalah mengikuti audisi program Superstar K. Sayangnya, Jungkook tidak berhasil lolos dari audisi tersebut. Kalau dilihat sekilas, kegagalan itu mungkin terdengar seperti akhir dari sebuah kesempatan. Tapi justru dari situlah sesuatu yang tidak terduga mulai terjadi.
Meskipun gagal masuk Superstar K, Jungkook ternyata menarik perhatian sejumlah agensi hiburan. Beberapa perusahaan mulai menghubunginya dan menawarkan kesempatan untuk menjadi trainee. Jadi, anak yang baru saja gagal dalam sebuah audisi itu malah tiba-tiba punya beberapa pilihan di depan mata.
Di antara banyak tawaran tersebut, ada satu hal yang pada akhirnya membuat Jungkook tertarik pada BigHit Entertainment. ia sempat melihat penampilan RM dan terkesan dengan kemampuan rap Namjoon. Jungkook kemudian berpikir bahwa ia ingin bergabung dngan agensi tempat rapper tersebut berada.
Dan keputusan sederhana itu akhirnya membawa Jungkook ke BigHit.
Kalau diringkas, perjalanan Jungkook saat itu terlihat seperti ini: gagal di Superstar K → mulai dilirik beberapa agensi → melihat RM → tertarik pada BigHit → akhirnya menjadi trainee BigHit.
Tidak ada yang tahu pada saat itu bahwa keputusan seorang anak berusia 13 tahun tersebut nantinya akan menjadi bagian dari salah satu cerita terbesar dalam sejarah BTS. Karena dari sanalah perjalanan Jungkook dan RM mulai terhubung—dua orang dengan latar belakang dan karakter yang berbeda, tetapi kemudian tumbuh bersama sebagai bagian dari grup yang sama.
Masuk BigHit Saat Masih Sangat Muda
Ketika resmi menjadi trainee BigHit, Jungkook masih sangat muda. Ia memang sudah punya potensi sebagai seorang performer, tetapi kemampuan yang kita kenal sekarang jelas belum terbentuk sepenuhnya.
Masa trainee kemudian menjadi periode penting dalam perkembangan Jungkook. Di BigHit, ia tidak hanya belajar bernyanyi, tetapi ia juga teru mengasah kemampuan dance, performance, dan bagaimana tampil di atas panggung.
Bahkan pada 2012, Jungkook dikirimk ke Los Angeles untuk menjalani pelatihan dance. Di sana, ia belajar dan berlatih di lingkungan Movement Lifestyle, sebuah pengalaman yang ikut membuatnya berkembang sebagai seorang performer.
Jadi, Jungkook yang masuk ke BigHit sebenarnya masih merupakan seorang anak muda dengan potensi besar. Ia belum menjadi Jungkook yang kita kenal sekarang—vokalis utama dengan kemampuan dance yagn kuat dan salah satu performer yang paling menonjol di BTS.
Semua kemampuannya itu masih harus dibangun dari awal.
Dan selama masa trainee itulah, perlahan-lahan, anak dari Busan tersebut mulaai berubah menjadi seorang performer. Sedikit demi sedikit, Jungkook belajar bernyanyi, menari, menguasai panggung, dan menemukan tempatnya di antara calon member BTS lainnya.
Pada akhirnya, keputusan yang bermula dari sebuah kegagalan di Superstar K justru membawanya ke tempat yang sama sekali tidak ia duga: BigHit Entertainment, lalu BTS.
6. V — Anak Daegu yang Awalnya Bahkan Tidak Berniat Untuk Ikut Audisi

Kalau membahas perjalanan para member BTS sebelum debut, kisah Kim Taehyung atau V mungkin termasuk salah satu yang paling nggak disangka-sangka. Berbeda dari beberapa member lain yang memang sengaja mencari agensi dan datang untuk mengejar kesempatan mejadi trainee, Taehyung justru awalnya datang ke audisi BigHit bukan utuk dirinya sendiri.
Taehyung tubuh di daerah Daegu dan Geochang. Sejak masih muda, ia sudah punya ketertarikan yang ukup besar terhadap musik. Ia bahkan belajar memainkan saksofon dan mulai punya keinginan untuk menjadi seorang musisi. Namun, saat itu Taehyung belum membayangkan bahwa suatu hari dirinya akan menjadi bagian dari sebuah grup bernama BTS.
Semuanya bermula ketika BigHit Entertainment mengadakan audisi di Daegu. Saat itu, Taehyung sebenarnya hanya datang untuk menemani seorang temannya yang ingin mengikuti audisi. Jadi, kalau hari itu tidak ada temannya yang mengajaknya, mungkin ceritanya akan berbeda sama sekali. Taehyung tidak datang dengan niat untuk mencari agensi, apalagi mempersiapkan diri untuk menjadi trainee.
Tapi justru di tempat itulah keberuntungan menghampirinya.
Seorang staf BigHit melihat Taehyung dan kemudian bertanya apakah ia juga mau mencoba mengikuti audisi. Karena tiak datang dengan persiapan khusus, Taehyung bahkan harus menelepon ayahnya terlebih dahulu untuk meminta izin. Setelah mendapatkan izin, ia akhirnya memutuskan untuk mencoba audisi.
Dan ternyata, keputusan spontan itu mengubah seluruh hidupnya.
Taehyung berhasil lolos audisi tersebut. Bahkan, ia kemudian mendapatkan kabar bahwa dirinya merupakan satu-satunya peserta dari audisi Daegu yang berhasil diterima BigHit. Dari yang awalnya hanya datang sebagai teman seseorang, Taehyung justru pulang membawa kesempatan untuk menjadi trainee.
Kalau dipikir-pikir, alurya memang terdengar seperti cerita yang sengaja dibuat untuk sebuah film: Taehyung datang untuk menemani temannya → seorang staf BigHit melihatnya → ia diminta ikut audisi → ia menelepon ayahnya untuk meminta izin → ia mengikuti audisi → dan akhirnya justru Taehyung yang lolos.
Sementara itu, teman yang awalnya ia temani justru tidak lolos.
Mungkin saat itu Taehyung sendiri belum tahu seberapa besar arti satu keputusan kecil tersebut. Karena dari sebuah ajakan sederhana untuk menemani seorang teman, ia akhirnya masuk ke BigHit sebagai trainee, dan beberapa tahun kemudian berdiri di atas panggung sebagai V dari BTS.
Kadang, memang ada momen dalam hidup yang awalnya terlihat sepele, tetapi ternyata menjadi titik awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.
7. Jimin — Dancer Berbakat yang Hampir Tidak Masuk Lineup Debut BTS

Dan akhirya, kita sampai pada member terakhir yang melengkapi perjalanan terbentuknya BTS: Park Jimin.
Jimin berasal dari Busan dan sejak remaja udah punya kecintaan yang besar terhadap dunia tari. Berbeda dari beberapa member lain yang masuk BigHit dengan latar belakang hip-hop atau rap, Jimin justru lebih dulu dikenal sebagai seorang dancer. Ia mempelajari berbagai gaya tari dan kemudian bersekolah di Busan High School of Arts, mengambil jurusan modern dance atau tari kontemporer.
Bakatnya di bidang tari bahkan sudah terlihat sejak masih menjadi pelajar. Jimin termasuk salah satu siswa terbaik di jurusan modern dance. Jadi, ketika akhirnya ia masuk sebagai trainee BigHit, kemampuan menarinya sebenarnya sudah sangat kuat. Ia bukan trainee yang benar-benar memulai dari nol.
Namun, justri di sinilah masalahnya.
Gaya dance Jimin ternyata terlalu berbeda.
Jimin terbiasa dengan dunia modern dan contemporary dance, sementara grup yang sedang dibentuk BigHit membutuhkan sesuatu yang cukup berbeda: koreografi idol yang enerjik, gerakan hip-hop yang lebih kuat, serta kemampuan untuk bergerak secara presisi dan sinkron dengan anggota lain.
Buat Jimin, perpindahan dari dunia contemporary dance ke koreografi idol bukan sesuatu yang mudah.
Jimin sendiri pernah bercerita bahwa dirinya sempat berada dalam posisi yang tidak aman selama masa trainee. Kemampuan menarinya memang bagu, tetapi gaya yang ia kuasai dianggap belum cocok dengan konsep dan koreografi grup yang sedang dipersiapkan BigHig.
Artinya, meskipun Jimin punya kemampuan dance yang luar biasa, posisinya di lineup debut belum benar-benar aman.
Hal ini mungkon teraasa sulit dipercaya kalau melihat Jimin sekarang. Hari ini, Jimin dikenal sebagai salah satu dancer yang paling menonjol di BTS, dengan gaya menari yang menjadi salah satu ciri khas grup. Tetapi sebelum semua itu terjadi, ia justru harus membuktikan berkali-kali bahwa dirinya layak berada di dalam grup tersebut.
Jimin pun dikenal sebagai trainee yang sangat keras pada dirinya sendiri. Ia terus berlatih dan berusaha mengejar kemampuan yang dibutuhkan untuk menjadi idol. Ia bukan cuma harus mempertahankan kemampuan contemporary dance yang sudah dimilikinya, tetapi juga harus beradaptasi dengan gaya koreografi BTS yang jauh lebih powerful dan membutuhkan sinkronisasi tinggi.
Ada ceritamenarik dari masa awalnya sebagai trainee. Jin pernah menceritakan bahwa ketika Jimin pertama kali datang, ia bahkan tidak menyangka Jimin akan bertahan lama. Namun, seiring berjalanannya waktu, Jimin justru berkembang begitu pesat. Ia akhirnya menjadi salah satu member yang banyak membantu dalam urusan koreografi, termasuk membantu Jin dan RM saat berlatih.
Perjalanan Jimin pun perlahan berubah. Dari trainee yang awalnya dianggap belum cukup cocok, ia justru menjadi bagian penting dari formasi grup yang sedang dibangun BigHit.
Jimin menjadi kepingan terakhir
Jimin bergabung dengan BigHit pada 2012, relatif dekat dengan waktu debut BTS. Karena itu, masa trainee Jimin jauh lebih singkat dibandingkan beberapa member lainnya.
Waktu yang ia miliki untuk mempersiapkan debut memang tidak panjang. Tetapi dalam waktu yang relatif singkat itu, Jimin berhasil menunjukkan bahwa ia punya sesuatu yang membuatnya layak dipertahankan: kemampuan dance yang kuat, vokal yang terus berkembang, serta kemauan untuk bekerja keras dan beradaptasi.
Dan akhirnya, setelah melalui berbagai perubahan lineup, evaluasi, latihan panjang, serta ketidakpastian soal siapa yang benar-benar akan debut, Jimin berhasil mendapatkan tempatnya.
Kehadirannya membuat formasi BTS akhirnya semakin lengkap.
RM → Suga → J-Hope → Jin → Jungkook → Taehyung → Jimin.
Tujuh orang dengan latar belakang yang sangat berbeda, yang pada awalnya bahkan tidak semuanya yakin akan bsia debut bersama, akhirnya berdiri dalam satu lineup.
Dan Jimin menjadi salah satu contoh paling jelas bahwa perjalanan menuju debut BTS bukanlah sesuatu yang sudah ditentukan sejak awal. Bahkan seorang trainee dengan kemampuan dance sekuat dirinya pun pernah berada di posisi hampir tersingkir.
Namun, Jimin terus bertahan.
Dan pada akhirnya, trainee yang dulu dianggap terlalu berbeda itu justru menjadi salah satu bagian paling penting dari BTS.
Lalu, gimana ceritanya mereka pada akhirnya bisa bersama?

Nah, ini justru salah satu bagian yang paling menarik dari perjalanan awal BTS.
Kalau melihat BTS sekarang sebagai satu kesatuan yang terdiri dari RM, Jin, Suga, J-Hope, Jimin, V, dan Jungkook, mungkin kita akan mengira sejak awal BigHit memang sudah punya rencana membentuk grup dengan tujuh orang tersebut. Padahal kenyataan sama sekali tidak sesederhana itu.
BTS tidak langsung terbentuk sebagai tujuh member seperti yang kita kenal sekarang.
Pada awalnya, BigHit Entertainment justru sedang mengembangkan sebuah proyek grup yang lebih berfokus pada hip-hop dan rapper. Di tengah proses itulah RM menjadi sosok penting dalam pembentukan proyek tersebut. Bahkan, bisa dibilang, perjalanan BTS berawal dari RM dan visi BigHit untuk membangun sebuah grup hip-hop yang berbeda dari grup idola pada umumnya.
Setelah RM bergabung, satu per satu trainee mulai masuk dan mengisi proyek tersebut. Suga kemudian bergabung, disusul J-Hope. Setelah itu, arah grup perlahan mulai berkembang. Jin, Jungkook, V, dan Jimin akhirnya masuk ke dalam perjalanan yang sama, meskipun masing-masing datang dari latar belakang dan jalur yang berbeda.
Dan yang menarik, formasi tujuh orang itu tidak langsung terbentuk dalam waktu singkat.
Sepanjang sekitr 2010 sampai 2012, proyek BTS mengalami banyak perubahan. Ada trainee yang datang, ada yang kemudian pergi, dan ada pula yang awalnya dipersiapkan untuk arah yang berbeda. Beberapa nama yang sering muncul dalam pemahasan mengenai fase awal proyek ini antara lain rapper seperti Iron dam Supreme Boi, bersama sejumlah trainee lainnya.
Karena sebagian informasi tentang masa trainee dan lineup awal BTS berasal dari beberapa cerita, wawancara, dan dokumentasi yag tidak semuanya merupakan sumber primer, detail mengenai siapa yang benar-benar dianggap sebagai “member” pada setiap tahap juga perlu dilihat dengan hati-hati. Yang jelas, proyek tersebut memang beberapa kali mengalami perubahan sebelum akhirnya mengarah pada formasi tujuh orang yang kita kenal sekarang.
Jadi, jangan membayangkan prosesnya seperti ini:
BigHit memilih tujuh orang → mereka menjadi trainee bersama → latihan bareng → debut sebagai BTS.
Kenyataannya jauh lebih panjang dan berliku.
Awalnya, BigHit punya ide untuk membuat grup hip-hop yang berpusat pada rapper. RM kemudian menjadi salah satu fondasi utama proyek tersebut. Setelah itu, rapper dan trainee lain mulai bergabung. Namun seiring berjalannya waktu, arah grup perlahan berubah.
Konsep yang awalnya sangat berfokus pada hip-hop mulai berkembang menjadi sebuah grup idol dengan kombinasi rapper, vokalis, dan dancer. Beberapa trainee akhirnya memilih keluar, sementara trainee lain masuk dan mulai menemukan tempat mereka di dalam tim.
Sampai akhirnya, setelah berbagai perubahan dan proses yang panjang, tersisalah RM, (Kim Namjoon), Jin (Kim Seokjin), Suga (Min Yoongi), J-Hope (Jung Hoseok), Jimin (Park Jimin), V (Kim Taehyung), dan Jungkook (Jeon Jungkook).
Tujuh orng yang awalnya datang dari latar belakang berbeda itu akhirnya dipertemukan dalam satu proyek yang sama.
Dan dari proses yang sebenarnya penuh perubahan itulah, BTS akhirnya lahir.
Jadi, kalau ditarik kembali ke awal perjalanan mereka, BTS bukanlah cerita tentang tujuh orang yang sejak awal sudah ditakdirkan untuk berada dalam satu grup. Justru menariknya ada di sini: mereka menjadi BTS karena perjalanan panjang yang mempertemukan orang-orang yang awalnya bahkan tidak datang dari jalan yang sama.
Short Timeline
» 2007-2009: Namjoon mulai serius sama rap & underground hip-hop
» 2009: Namjoon ikut audisi Big Deal Records tapi gagal di tahapan berikutnya
» 2010: Namjoon gabung BigHit
» 2010: Yoongi masuk melalui audisi Hit It
» 2010: Hoseok masuk dan langsung jadi dancer utama dalam proyek
» 2011: Seokjin gabung setelah street casting
» 2011: Jungkook masuk BigHit setelah audisi Superstar K (lebih tepatnya setelah ketertarikannya
sama cara Namjoon nge-rap)
» 2011: Taehyung lolos audisi di Daegu
» 2012: Jimin masuk BigHit setelah audisi di Busan
» 2012: Lineup BTS mulai stabil menjadi tujuh orang
» 2012-awal 2013: Persiapan debut
» 12 Juni 2013: 2 Cool 4 Skool dirilis
» 13 Juni 2013: Resmi debut dengan “No More Dream”
Yang membuat kisah ini luar biasa
Kalau kita lihat satu per satu, sebenarnya mereka sama sekali tidak terlihat seperti sebuah grup yang “ditakdirkan” sejak awal.
RM
» Anak yang jatuh cinta pada bahasa dan rap
» Rapper underground dari Seoul
» Menjadi trainee pertama dan pusat proyek
SUGA
» Rapper underground dari Daegu
» Keinginannya untuk terus membuat musik
» Tidak membayangkan dirinya menjadi seorang idol
J-Hope
» Street dancer
» Kompetisi dan underground dance
» Masuk sebagai dancer
» Kemudian berkembang menjadi rapper
Jin
» Mahasiswa jurusan akting
» Ditemukan secara kebetulan oleh casting agent dari Big Hit
» Harus belajar musik dan dance dari awal
Jungkook
» Bocah Busan yang mengikuti audisi Superstar K
» Tidak lolos
» Malahdikejar banyak agensi
» Memilih Big Hit karena RM
V
» Bocah Daegu yang ingin bermusik
» Datang ke audisi hanya menemani seorang teman
» Justru dirinya yang lolos
Jimin
» Siswa terbaik modern dance
» Masuk Big Hit paling akhir (dekat dengan waktu debut)
» Hampir tidak bisa debut karena harus beradaptasi dengan dance yang bisa dilakukan idol
Dan kemudian ketujuh jalan yang sangat berbeda itu bertemu di sebuah perusahaan kecil bernama Big Hit Entertainment.
Itulah mengapa kisah pra-debut BTS sebenarnya jauh lebih menarik daripada sekadar cerita “mereka menjadi trainee lalu debut.”
Mereka bukanlah tujuh orang yang sejak awal dibentuk sebagai satu kesatuan. Mereka adalah tujuh orang dengan kemampuan, impian, dan jalan hidup yang berbeda-beda secara bertap dan dipertemukan oleh proyek yang pada awalnya bahkan bukan BTS seperti yang kita kenal sekarang.
Dan setelah lineup tujuh orang akhirnya terbentuk, mereka hanya mempunyai waktu yang relatif singkat untuk mempersiapkan debut—sebelum akhirya pada 13 Juni 2013, nama BTS benar-benar muncul untuk pertama kalinya di hadapan publik.
Kalau ditelusuri lebih jauh, bagian 2010-2013 justru sangat dramatis: ada trainee yang keluar, calon member yang akhirnya tidak masuk, perubahan konsep dari grup hip-hop menjadi idol group, masa ketika RM/Suga/J-Hope adalah inti awal, proses Jin belajar dance, Jimin yang nyaris tersingkir, sampai bagaimana ketujuhnya akhirnya “dikunci” sebagai lineup final. Itu adalah bagian yang paling menarik untuk dibedah secara kronologis.