[Terjemahan] [Today On] BTS Akhiri Rangkaian Konser di Brasil Setelah Tujuh Tahun Lewat “ARIRANG”… Bertolak ke Taiwan melalui Amerika Serikat dengan Pesawat Boeing 777 carteran
Ketiga konser di Stadion MorumBIS, São Paulo, terjual habis… Bandara dpadati kerumunan besar, sementara aktivitas penerbangan menjelang ajang F1 semakin menambah kepadataan
Mengenakan jersey tim nasional Brasil dan hiasan kepala berbuluu pada penampilan penutup… 60.000 penggemar menyampaikan lagu “Arirang” dalam bahasa Korea

BTS sukses menutup rangkaian konser ARIRANG World Tour selama tiga malam di São Paulo, kota terbesar di Amerika Selatan, Brasil. Ketiga konser tersebut terjual habis dalam kunjungan pertama grup ini ke negara tersebut setelah tujuh tahun.
Antusiasme terhadap BTS begitu besar hingga lalu lintas di pusat kota São Paulo dan sejumlah bandara internasional utama nyaris lumpuh selama periode konser berlangsung. Setelah menyelesaikan seluruh penampilannya, grup ini bertolak menuju destinasi berikutnya di Asia dengan menggunakan pesawat Boeing 777 yang disewa secara khusus, dengan singgah terlebih dahulu di Amerika Serikat.
Menurut media penerbangan Brasil AEROIN dan media hiburan lokal Billboard Brasil pada 1 November (waktu setempat), BTS bertolak menuju Los Angeles, California, menggunakan pesawat carteran setelah menyelesaikan rangkaian konser selama tiga hari di Stadion MorumBIS, São Paulo.
BTS diperkirakan akan beristirahat sejenak sekaligus melakukan sejumlah persiapan di Los Angeles sebelum melanjutkan tur dunia mereka di Taiwan pada 19 November.
Pesawat Boeing 777-200ER Carteran Dikerahkan… Bandara-bandara di São Paulo Dipadati ARMY
Pesawat Boeing 777-200ER yang dioperasikan oleh Gridiron Air, perusahaan penerbangan carteran asal Amerika Serikat yang mengkhususkaan diri dalam layanan penerbangan pribadi, dikerahkan untuk perjalaanan tur BTS di Amerika Selatan.
Grup ini menyewa satu pesawat penumpang berbadaan lebar dengan jangkauan penerbangan jarak jauh yang sebelumnya dioperasikan oleh Delta Air Lines. Pesawat tersebut terbang menuju Los Angeles melalui Bandara Guarulhos dan Viracopos.
Keberangkatan BTS yang bertepatan dengan periode konser menyebabkan lalu lints penerbangan di seluruh wilayah metropolitan São Paulo mengalami kepadatan parah.
Seluruh tiket untuk tig akonser yang digelar pada 28, 30, dan 31 Oktober terjual habis hanya dalam hitungan menit setelah penjualan dibuka. Para penggemar yaang datang dari berbagai wilayah Amerika Selatan membuat konter check-in dan antrean keberangkatan di Bandara Congonhas dan Guarulhos membengkak hingga beberapa kali lipat dari kondisi normal.
Situasi semakin padat dengan kedatangan pengunjung internasional yang datang menjelang Grand Prix São Paulo, saah satu seri Formula One (F1), ajang balap mobil paling bergengsi di dunia, yang akan berlangsung hanya satu minggu kemudian. Bertemunya gelombang kedatangan tersebut membuat seluruh jaringan penerbangan São Paulo mengalami kepadatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pengaruh sebuah fenomena global dengan 30 jua pendengar bulanan di Spotify, dan 86 juta pelanggan di kanal YouTube resmi mereka, cukup membuktikan begitu besarnya hingga mampu mengguncang seluruh ekosistem penerbangan dan pariwisata di Amerika Selatan.
Penampilan Penutup dengan Jersey Tim Nasional Brasil… 60.000 Penggemar Menyanyikan “ARIRANG” dalam Bahasa Korea
Konser ini menandai kembalinya BTS ke Brasil untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, setelah penampilan mereka di Allianz Parque pada 2019. Kehadiran mereka sekaligus menjawab kerinduan panjang ARMY di Amerika Selatan.
Surat kabar harian terkemuka Brasil, Folha de S.Paulo, memberikan pujian terhadap penampilan BTS. Mereka menyebutkan, “Panggung terbuka 360 derajat dan komunikasi yang lancar dalam bahasa Portugis membantu menjembatani jarak fisik maupun emosional antara grup dan penonton.” Media tersebut juga menggambarkan pertunjukan itu sebagai “penampilan unik yang memadukan musik pop kelas dunia dengan jiwa tradisional Korea.”
Salah satu momen yang paling mengharukan terjadi ketika bagian reff lagu rakyat tradisional Korea, “ARIRANG,” yang dimasukkan ke dalam lagu terbaru BTS yang berjudul “Body to “Body,” menggema di seluruh stadion. Para penggemar lokal memenuhi stadion dengan nyanyian bersama dalam bahasa Korea yang begitu meriah. Melihat hal tersebut, para member turut menurunkan mikrofon mereka dan membandang ke arah penonton dengan ekspresi yang menunjukkan betapa tersentuhnya mereka.
Pada konser di malam kedua, para penggemar menciptakan pemandangan yang luar biasa dengan menyalakan light stick berwarna hijau, kuning, dan biru, seusai dengan area masing-masing. Hal itu membuat seluruh penonton tampak seperti bendera raksasa Brasil.
Penghormatan para member kepada Brasil mencapai puncaknya pada konser terakhir di tanggal 31 Oktober.
Enam member, yaitu Suga, J-Hope, RM, Jimin, V dan Jungkook, naik ke panggung encore dengan mengenakan jersey kuning Canarinho, seragam ikonis tim nasional sepak bola Brasil. Sementara itu, Jin, member tertua BTS, mengenakan Cocar, yaitu hiasan kepala tradiional berbulu yang identik dengan budaya dan masyarakat adat Brasil. Penampilan tersebut langung disambut sorakan meriah dari para penonton lokal.
Dalam siaran langsung global tidak lama setelah konser berakhir, RM mengungkapkan perasaannya dengan mengatakan, “Hatiku sangat tersentuh ketika melihat sebuah spanduk di antara penonton yang bertuliskan, ‘Kami telah menuggu selama 10 tahun.'”
Jin juga menyampaikan rasa terima kasihnya dengan mengatakan, “Terima kaih banyak karena sudah menunggu kami. Kami pasti akan kembali ke Amerika Selatan.”
Hujan Deras dan Kontroversi Pengurangan Panggung… Live Nation Menyebut Adanya Keterbatasan Logistik
Terlepas dari kesuksesan komersial yang luar biasa, tur ini juga tidak lepas dari sejumlah kendala operasional yang kerap terjadi dalam penyelenggaraaan konser stadion berskala besar.
Menurut sejumlah media lokal, termasuk majalah bisnis Exame, hujan deras yang turun secara tidak terduga pada malam pembukaan membuat waktu antrean mauk ke stadion menjadi jauh lebih lama sehingga memicu banyak keluhan dari para penonton konser. Selain itu, saat membawakan lagu hit mereka, “IDOL,” rencana pergerakan para member menuju area penonton agar bisa lebih dekat dengan penggemar tiba-tiba dibatalkan di lokasi karena kondisi yang terlalu padat dan pertimbangan keselamatan.
Sejumlah penggemar juga menyampaikan ketidakpuasan mereka karena ukuran layar LED utama di bagian tengah panggung lebih kecil dibandingkan dengan instalasi yang digunakan selama konser di Amerika Utara dan Eropa.
Menanggapi hal tersebut, Live Nation selaku promotor tur global menjelaskan, “Karena adanya keterbatasan pengangkutan kargo udara untuk perjalanan jarak jauh antarbenua serta jadwal tur Amerika Selatan yang sangat padat, beberapa penyesuaian pada struktur panggung harus dilakukan karena alasan teknis.”