Percakapan Pemegang Saham HYBE Picu Kemarahan Setelah BTS Dianggap sebagai Penghalang dan Perusahaan Dinilai Ingin Menggantikan BTS dengan Artis Lain

HYBE melaporkan pencapaian pendapatan kuartalan tertinggi selama dua kuartal berturut-turut pada 3 November. Pendapatan perusahaan pada kuartal ketiga mencapai 1,5 triliun won (sekitar Rp 20.202.465.000.000), sementara laba operasiona tercatat sebesar 188,5 miliar won (sekitar Rp 2.541.434.285.000.000). Kedua angka tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan untuk periode satu kuartal. Sebelumnya, HYBE juga mencatatkan rekor kuartalan pada kuartal kedua, ketika aktivitas tur BTS mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan pendapatan mencapai 1,45 triliun won (sekitar Rp 19.530.427.000.000) dan laba operasional sebesr 170,9 miliar won (sekitar Rp 2.303.904.609.000). Hanya dalam satu kuartal berikutnya, HYBE berhasil melampaui kedua rekor tersebut.
Faktor utama yang kembali dilaporkan menjadi pendorong kinerja perusahaan pada kuartal ini adalah tur dunia ARIRANG milik BTS, khususnya rangkaian konser di Eropa dan Amerika Utara yang berlangsung selama periode tersebut dan menarik rata-rata sekitar 70.000 penonton dalam setiap pertunjukan. Selama rangkaian tur BTS di Amerika Utara, sekitar satu juta penggemar mengunjungi lokasi penjualan merchandise di 12 kota hanya dalam kurun waktu 45 hari. Secara keseluruhan, sebanyak dua juta produk merchandise berhasil terjual.
Artis-artis lain di bawah naungan perusahaan, termasuk ENHYPEN, LE SSERAFIM, KATSEYE, dan Cortis, tuut memberikan kontribusi terhadap kinerja perusahaan melalui aktivitas tur dan perilisan album mereka.

Namun, antusiasm atas pencapaian finansial HYBE yang mencetak rekor baru dengan cepat tertutupi oleh pernyataan CEO Lee Jae-saang dalam sebuah diskusi mengenai arah perusahaan pada masa mendatang. Setelah itu, grup tersebut beserta masing-masing anggotanya diperkirakan akan memperluas aktivitas grup maupun solo. Namun, dalam pernyataannya, ia memberikan penekanan khusus pada strategi jangka panjang HYBE, yakni ‘Multi-home, Multi-genre’, yang selama bertahun-tahun terus mendapatkan investasi dari perusahaan. Ia mengklaim bahwa pencapaian finansial terbaru HYBE merupakan bukti nyata keberhasilan strategi tersebut.
“Berkenaan dengan pencapaian ini, hal yang ingin saya tekankan adalah, di luar angka-angka tersebut, adalah bahwa strategi ‘Multi-home, Multi-genre‘ yang selama ini secara konsisten diinvestikan oleh HYBE telah membuahkan hasil yang luar biasa,” ujarnya. “Kmi akan terus memenuhi ekspektasi melalui kinerja kami.”
Ia juga menambahkan, “Berbagai aktivitas dan momentum global seluruha rtis perusahaan, termasuk BTS, sedang dipersiapkan tanpa kendala,” seraya menegaskan bahwa “HYBE tidak akan berpuas diri dan akan terus melangkah menuju masa depan dengan membuka lebih banyak peluang.”
Namun, pernyataan CEO lainnya turut memicu kontroversi. Ketika menanggapi kekhawatiran mengenai kinerja saham HYBE belakangan ini, Lee Jae-sang menyampaikan, “Pencapaian luar biaa para anggota BTS sering kali membayangi pertumbuhan pesat para artis pendatang baru.”

Pernyataan tersebut menimbulkan kesan di kalangan banyak penggemar bahwa sang CEO pada dasarnya menyiratkan HYBE tetap dapat mempertahankan kinerja positif tanpa terlalu bergantung pada BTS, atau bahwa perusahaan secara aktif berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap grup tersebut beserta pengaruh yang dimilikinya. Banyak penggemar menilai nada pernyataan tersebut kurang menunjukkan penghargaan yang semestinya terhadap kontribusi BTS, terlebih ke angka-angka finansial perusahaan yang justru memperlihatkan dengan jelas bahwa tur dunia BTS yang masih berlangsung merupakan salah satu faktor utama di balik pencapaian rekor HYBE.
Penggemar juga menyoroti apa yang mereka anggap sebagai kecenderungan HYBE selama ini untuk lebih memprioritaskan pencarian calon “pengganti” BTS daripada menghargai grup tersebut sebagai aset yang paling berharga perusahaan. Selama masa wajib militer para anggota, mereka berulang kali menuduh perusahaan melakukan permainan media (media play) dengan menempatkan artis-artis generasi baru, seperti NewJens dan Cortis, sebagai calon grup yang pada akhirnya dapat menggantikan posisi BTS.
Ironisnya, HYBE tidak pernah benar-benar berhasil melepaskan diri dari pengaruh BTS sejak masa awal nama perusahaan masih bernama BigHit Entertainment hingga saat ini. Bahkan ketika para anggota sedang menjalani wajib militer, perusahaan tetap memperoleh keuntungan dari pengaruh BTS yang tidak pernah surut melalui aktivitas solo mereka, katalog konten dan kekayaan intelektual (IP) yang sangat luas, berbagai proyek yang berorientasi pada penggemar, serta dukugan tanpa henti dari ARMY di seluruh dunia.

Oleh karena itu, perdebatan mengenai persoalan ini semakin memanas. Bagi banyak penggemar, diversifikasi portofolio bisnis perusahaan bukanlah masalah utamanya. Mereka hanya menginginkan HYBE mengakui kontribusi dan nilai BTS secara layak, alih-alih memberikan kesan seolah-olah grup tersebut merupakan pihak yang sedang peruusaha dijatuhi oleh perusahaan atau dikurangi ketergantungannya. Para penggemar pun menggunakan media sosial untuk mengungkapkan kekecewaan mereka.
Reaksi ARMY:
● Aku beneran nggak paham sama HYBE. Udah jelas banget kalo mereka tuh frustrasi karena belum berhasil nemuin sumber pendapatan lain yang mampu menandingi BTS. Namun, kalo menganggap grup terbesar mereka sebagai penghalang cuma karena artis-artis mereka yang lain, yang belum punya pencapaian yang sebanding sama Bangtan nggak ada perkembangannya sama sekali merupakan tindakan yang benar-benar bodoh.
● Di titik ini, sebaiknya kalo semua member BTS tuh ngebangun agensi mereka sendiri dan mengelola BTS secara mandiri. HYBE tuh cma kesel karena nggak bisa nerima kenyataan kalo BTS lah yang membangun kesuksesan mereka sendiri.
● Ada banyak hal dari pernyataan ini yang ngebikin aku ngerasa nyaman. Inilah alasn persisnya kenapa aku nggak pernah memperhatikan artis K-pop lain, termasuk artis-artis di bawah HYBE. Bagiku, cuma BTS dan BTS.
● Dasar orang yang nggak tahu terima kasih! BTS tuh yang sebenarnya membangun mereka. Boro-boro berterima kasih ke Bangtan, mereka justru terus-terusan ngeluarin pernyataan ngaco kayak gini.
● Jujur aja, aku udah bodo amat sama dia, karena cara dia menyampaikannya dengan cara seperti ini tuh bener-bener nyindir secara nggak langsung dan ngingetin aku sama gimana cara Mak Lampir yang udah ditendang itu dulu ngegambarin kesuksesannya sendiri. Moga aja mereka semua terus ngerasa gerah.
● Aku baru bakalan percaya apa yang mereka bilang sebagai “pertumbuhan pesat” itu kalo mereka berhenti untuk ngait-ngaitin artis-artis baru mereka dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan BTS, tapi masih tetap belum mampu untuk mencapai milestones yang sama dengan Bangtan. Pertumbuhan pesat? Plis deh. Jangan bikin aku ketawa.
● BTS tuh udah ada di kelas mereka sendiri karena siapa diri mereka, karya yang mereka ciptakan, dan hubungan yang udah mereka bangun bareng ARMY. Duitku cuma untuk BTS, bukan untuk yang lain, di mana pun mereka berada, dan ke mana pun mereka pergi. Aku berharap HYBE paham sama hal itu, gitu juga ARMY.
● Jadi, inikah alasan merekan dengan tanpa malu-malu ngebeli penghargaan untuk artis-artis pendatang baru mereka? Karena udah jelas banget kalo NGGAK BAKAL ADA SATU PUN pencapaian artis-artis baru itu yang bakalan pernah nyampe, atau minimal, mendekati apa yang udah diraih BTS sepanjang perjalanan karier mereka! Nggak bermaksud untuk ngerendahin artis-artis lainnya, tapi BTS tuh ngedapetin segala sesuatunya yang mereka punya melalui usaha mereka sendiri, dan akan terus mendapatkan setiap hal yang emang pantas mereka dapatkan!