Unggahan Penari Latar BTS tentang Situasi di Hotel Mereka Menarik Perhatian Publik

Diganggu oleh penggemar yang berkemah di luar hotel tempat mereka menginap selama tur dunia sudah menjadi masalah yang berulang kali dialami BTS. Pada Juli tahun ini, V sempat menyampaikan keluhannya melalui Weverse dengan mengatakan, “Kami akan sangat menghargai jika kalian tidak datang jauh-jauh ke hotel kami.” Hal ini disampaikan setelah berulang kali terjadi kerumunan yang berkumpul dan membuat keributan di luar hotel tempat BTS menginap selama rangkaian tur mereka di Eropa.
Baru sekitar tiga bulan setelah V menyampaikan permintaannya, BTS kembali menghadapi masalah yang sama saat singgah di Lima, Peru. Suara kerumunan di luar hotel begitu bising hingga terdengar langsung sampai ke kamar mereka. Akibatnya, para member maupun staf kesulitan mendapatkan waktu tidur yang cukup. Situasi ini juga berisiko mengganggu tamu lain yang menginap di hotel tersebut. Karena itu, RM selaku pemimpin BTS akhirnya angkat bicara secara langsung dan dengan sungguh-sungguh meminta orang-orang untuk berhenti berkumpul di luar hotel.

Meskipun RM sudah menyampaikan permintaannya dan pihak berwenang setempat juga telah meningkatkan langkah-langkah pengamanan, kerumunan tersebut masih tetap berdatangan. Situasinya bahkan sudah jauh melampaui batas gangguan privasi yang biasa terjadi. Unggahan terbaru dari salah satu anggota kru BTS pun semakin memicu kemarahan publik.
Secara khusus, seorang penari latar asal Taiwan yang mendampingi BTS selama rangkaian tur mereka di Amerika Selatan dan saat ini menginap di hotel yang sama dengan grup tersebut selama tiga malam konser di Lima, membagikan pesan yang cukup menyita perhatian melalui Instagram Story-nya. “Tolong jauhi hotel. Kalian sudah diperingkatkan. Kami menyukai Peru, tetapi kenapa kalian terus membuat kegaduhan dan mengganggu orang lain? Ini benar-benar menyebalkan,” tulis penari tersebut.

Tidak lama kemudian, penari latar yang sama kembali mengunggah Instagram Story lainnya dengan tulisan, “Dan berhentilah mengirimkanku foto-foto hotel itu. Tidak akan ada yang memuji kalian karena itu. Apa yang kalian lakukan itu sama sekali bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Sudahlah, berhenti saja.”

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di kalangan penggemar dan membuat banyak orang terkejut melihat sejauh apa tindakan yang mengganggu privasi ini telah berkembang. Salah seorang penggemar mengungkapkan kekesalannya dengan berkata, “Ini memalukan sekaligus menyedihkan. Sumpah. Mereka bahkan tidak bisa beristirahat dengan cukup. Bisa nggak sih orang-orang itu pulang saja dan membiarkan mereka beristirahat, begitu juga semua orang lain yang menginap di hotel yang sama? Ini sudah keterlaluan! Apa orang-orang ini bahkan masih punya sedikit saja raa perikemanusiaan?” Penggemar lainnya juga meluapkan kemarahan mereka dengan meninggalkan komentar seperti
» Ini udah keterlaluan banget. Nggak ada satupun orang di sana yang bisaberistirahat dengan tenang & nyaman
» Kalau udah begini tuh ya, seharusnya mereka tuh nelpon polisi dan minta tindakan tegas atau sekalian aja batalin konsernya!
» Ini seriusan deh udah di luar kendali banget. Sikap mereka yang nggak menghormati orang lain kayak begini tuh menjijikkan banget.
» Yang paling parah, mereka tuh bahkan bukan ARMY. Mereka cuma orang-orang random yang FOMO yang kepengen dapetin duit dari live streaming di TikTok.
» Gangguan yang mereka alami ini udah jelas bukan hal yang normal. Setelah ngebaca pesan dari penari itu, aku nggak bakal kaget kalo BTS pada akhirnya akan membenci negara tersebut.
» Sayang sekali, semuanya terjadi cuma gara-gara orang-orang bodoh seperti mereka.
Bahkan sebelum Instagram Story tersebut diunggah, sudah ada laporan bahwa keruunan besar masih terus berkumpul di sekitar hotel tempat BTS menginap, meskipun RM telah menyampaikan pesannya dan wali kota Lima juga telah mengumumkan peningkatan pengamanan untuk melindungi grup tersebut.
Sebagian orang memang berkumpul untuk menyaksikan pertunjukan drone di dekat hotel yang diselenggarakan untuk menyambut BTS. Namun, beberapa orang juga dilaporkan tetap berada di sana bahkan setelah acara berakhir. Sejumlah laporan juga menyebutkan bahwa suara teriakan bahkan masih terdengar, keributan terus terjadi di jalanan, dan sinar laser diarahkan ke jendela kamar tempat para member BTS sedang beristirahat.
Situasi ini juga merembet ke akun media sosial orang -orang yang bekerja bersama BTS. Ada laporan bahwa para anggota kru yang berulang kali menerima pesan dari orang-orang yang menghubungi mereka. Penyebaran informasi tentang hotel tempat BTS menginap,unggahan foto untuk menunjukkan seberapa dekat seseorang dengan grup tersebut, serta upaya mendekati para artis dan staf mereka di tempat-tempat pribadi kini telah menjadi masalah tambahan yang perlu diperhatikan. Tindakan-tindakan tersebut menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tentang batasan antara interaksi penggemar dengan privasi para artis dan orang-orang yan bekerja bersama mereka.
Meskipun RM telah secara langsung meminta orang-orang untuk tidak berkumpul di luar hotel, laporan mengenai kerumunan yang masih terus terjadi memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang langkah-langkah tambahan apa yag perlu diambil untuk melindungi privasi dan waktu istirahat para member BTS, staf mereka, serta tamu hotel lainnya.